Author: Waldo

nely si gajah

Meerkat “Suri” (Luwak) Yang Meramal Hasil World Cup 2018

March 30, 2018

Meerkat Suri dari Kebun Binatang Yekaterinburg akan memprediksi hasil pertandingan Piala Dunia 2018 FIFA dan Piala Konfederasi 2017 di Rusia mrnutuy layanan pers kebun binatang. “Suri” adalah peramal berpengalaman. Dia memulai karirnya pada tahun 2012, selama Kejuaraan Eropa di Polandia dan Ukraina. Pada saat itu dia memprediksi dengan tepat kemenangan tim Rusia atas tim Ceko.

Suri adalah hewan peliharaan dari kebun binatang yang sangat ramah dan mudah terlibat dengan orang-orang. Ini sempurna untuk peran seorang peramal. Meerkat adalah spesies mamalia dari keluarga luwak. Ini tersebar luas di Afrika Selatan, terutama di wilayah Gurun Kalahari, di Angola, Namibia, Botswana, dan Afrika Selatan.

Layanan pers juga mengatakan bahwa turaco yang baru lahir akan diberi nama untuk menghormati Piala Dunia. Kasus pembiakan turaco di kebun binatang sangat langka. Jenis kelamin burung-burung ini hanya dapat ditentukan dengan tes darah, sehingga sulit untuk menemukan beberapa burung ini. Nama ini akan dinamai saat kita mengetahui jenis kelaminnya.

Namun akan memiliki nama yang didedikasikan untuk Piala Dunia, Turaco adalah spesies burung ekor panjang, ekornya mencapai 35 hingga 45 cm. Warna bulu biasanya hijau dan biru. Burung itu memiliki lambang lurus yang menonjol.

Berbicara mengenai suri sebagai hewan peramal piala dunia 2018, mengingatkan kita akan hewan-hewan peramal pertandingan akbar sepak bola pendahulunya, antara lain:

  • Paul the Octopus

Paul the Octopus dari akuarium Jerman di Oberhausen menjadi terkenal selama Kejuaraan Eropa 2008, memprediksi hasil pertandingan yang melibatkan tim nasional Jerman. Sebelum pertandingan, dua mangkuk yang jelas dengan bendera tim yang bersaing diturunkan ke tangki air, kemudian gurita itu merangkak ke mangkuk mana pun yang dia suka, dan membuat pilihannya.

Selama Kejuaraan Eropa 2008, Paul membuat kesalahan hanya sekali yaitu memprediksi kemenangan Jerman atas Spanyol di pertandingan final. Namun pada tahun 2010, gurita itu dengan benar menyebut hasil pertemuan tim Jerman di Piala Dunia di Afrika Selatan. Dari 14 kali membuat prediksi, paul hanya dua kali membuat kesalahan.

Pada hari kematian Paul pada bulan Oktober 2010 akuarium telah menurunkan bendera dan memasang buku bela sungkawa. Abu gurita yang terkenal itu dibasahi di monumen yang menggambarkan Paul dengan bola sepak, yang dipasang di akuarium.

  • Funtik si babi dan Fred si musang

Funtik di babi

prediksi, seekor babi hutan bernama Funtik dan seekor musang bernama Fred. Dua piring dengan gambar bendera negara ditempatkan di hadapan Funtik lalu Babi tersebut akan mulai makan dari salah satu piring betgitulah caranya memilih tim pemenang. Tidak seperti gurita Paul, Funtik hanya menebak setengah hasil pertandingan. Fred simusang menggunakan mekanisme yang sama dan juga hanya menebak setengah hasil.

  • Cabecao si kura-kura

Selama Piala Dunia Brasil 2014, penyu laut besar bernama Cabecao menjadi peramal baru. Seperti dalam kasus dengan peramal sebelumnya, makanan terlibat saat aksi peramalan berlangsung. Gawang dengan bendera negara dan ikan sarden dipasang di kolam kura-kura. Kura-kura memilih gerbang dan tim nasional yang akan menang.

  • Nelly sang Gajah

nely si gajah

 

Berbeda dengan gurita, penyu, musang dan babi hutan, gajah Nelly tidak membutuhkan makanan untuk menghasilkan prediksi. Tindakannya lebih kompleks, ia memasukkan bola ke dalam gawang. Gajah itu memiliki dua gerbang dengan bendera terdapat di gerbang tempat Nelly mencetak gol diyakini akan kalah dalam pertandingan. Nelly memulai kariernya di tahun 2011 selama Kejuaraan Piala Dunia Wanita.

Gajah itu menebak hampir semua hasil pertandingan yang melibatkan tim nasional Jerman. Setelah turnamen Nelly terus menunjukkan kemampuannya di level klub. Secara khusus, ia secara akurat memprediksi hasil final Liga Champions pada 2012, ketika Bayern Munich mengalahkan Borussia Dortmund.

arsenal

Prediksi: Arsenal dan Peluang Menang di UEFA Europa League

March 20, 2018

Tidak terasa kompetisi sepak bola Eropa sudah hampir menuju penghujung turnamen atau akhir musim. Kompetisi seperti Liga Primer Inggris, Ligue 1 Perancis dan Bundesliga Jerman masing-masing sudah memilki juara masing-masing. Begitu pula dengan kompetisi top Eropa seperti Liga Champions dan Liga Europa yang masing-masing sudah memasuki fase semi-final.  Artikel ini akan membahas seputar performa klub Arsenal dan peluang mereka untuk menjuarai titel Liga Europa.

Perfroma Arsenal Musim Ini

arsenal

Berpartisipasi di Liga Europa musim ini memang disebut oleh banyak penggemar sepak bola bahwa Arsenal telah turun kasta setelah hampir 5 musim sebelumnya berkompetisi di turnamen Liga Champions. Namun statistik mereka di Liga Champions pun bisa dibilang tidak terlalu mentereng. Setelah berhasil lolos dari fase grup Arsenal sulit sekali untuk tembus menuju 8 besar apalagi ke semi-final.

Namun bukan berarti bermain di Europa League membuat perjalanan Arsenal menjadi lebih mudah. Setelah bermain dengan total 12 kali bertanding, Arsenal mampu memenangkan 8 laga, seri 2 kali dan kalah 2 kali. Torehan gol yang dimasukkan pun berjumlah 29 dengan rata-rata per-pertandingan 2.42.

Setelah berhasil meilibas Ostersund pada babak 32 besar, Arsenal harus bertemu dengan wakil Italia yang juga merupakan salah satu klub raksasa Eropa yaitu AC Milan. Pada babak 16 besar, Arsenal mampu membuktikan bahwa mereka adalah kandidat juara dengan mengalahkan AC Milan di kandang dan di tandang. Lalu melaju ke babak perempat-final bertemu dengan wakil Rusia CSKA Moscow dan lagi-lagi dapat mulus melaju ke babak semi-final.

Peluang Arsenal di Semi-Final dan Menjuarai Liga Europa

Kali ini Mesut Ozil dkk. Harus berhadapan dengan wakil Spanyol yang juga merupakan tim unggulan yaitu Atletico Madrid. Tim asuhan Diego Simeone menantang Arsenal kali ini. Atletico Madrid yang telah berhasil menjuarai kompetisi Liga Europa pada tahun 2010 dan 2012 ini memang menjadi ujian yang sangat berat bagi tim asuhan Arsene Wenger.

Bermain di Emirates Stadium di London pada leg-1 harus benar-benar dimanfaatkan oleh Arsenal dengan semaksimal mungkin. Pertandingan ini pun menjadi salah satu match yang ditunggu-tunggu oleh penggemar judi bola. Diantara ke empat semi-finalis lainnya, Arsenal adalah tim yang paling diunggulkan disusul oleh Atletico Madrid, Olympique Marseille dan terakhir RB Salzburg. Arsenal memiliki odds 15/4 untuk menjuarai Liga Europa dan memang menjadi favorit banyak orang.

Prediksi ini disajikan atas kerjasama dengan Mahabos.net – situs judi bola terpercaya

Hector Bellerin dkk. Harus mewaspadai pergerakan dari pemain-pemain depan Atletico Madrid yang memiliki kecepatan dengan kombinasi power yang mumpuni. Pemain seperti Diego Costa yang berasal dari Chelsea kini kembali menjadi andalan Atletico Madrid, belum lagi di dukung oleh skill dribble yang luar biasa dari Antoine Griezmann.

arsenal akan menang EUFA

Namun sudah pasti Arsenal akan memainkan pemain-pemain top mereka seperti Mesut Ozil, Hector Bellerin, dan pada lini depan mereka Henrikh Miktharyan yang menjadi andalan untuk menjebol gawang lawan.

Arsenal pun mempunyai motivasi sendiri untuk menjuarai komptisi Liga Europa dan berambisi untuk memenangkan kejuaraan Eropa setelah pada tahun-tahun sebelumnya Arsenal tidak pernah menjuarai Liga Champions atau Liga Europa sekalipun. Ditambah lagi Arsenal adalah klub kedua yang menemani Liverpool pada ajang kompetisi Eropa dalam semi-final ini. Sudah pasti Arsenal memiliki gengsi yang besar untuk dapat merengkuh gelar juara Liga Europa musim ini. Kita lihat saja nanti apakah Arsenal mampu lolos ke final Liga Europa?

lazio sepak bola

EUFA Eopa League: Performa Lazio di EUFA Europa League

March 10, 2018

Liga Eropa UEFA merupakan suatu kompetisi sepak bola yang diselenggarakan di setiap tahunnya oleh UEFA sejak tahun 1971 dan diperuntukkan bagi klub-klub sepak bola Eropa yang mampu memenuhi standart kriteria untuk menjadi peserta. Adapun salah satu klub di Eropa yang turut menjadi peserta liga tersebut adalah Societa Sportivo Lazio, atau yang lebih sering disebut dengan nama Lazio.

Tentang Lazio

Lazio merupakan suatu perkumpulan olahraga sepak bola yang terkenal di Italia dan berbasis di Roma. Lazio didirikan pada tahun 1900 dengan 40 cabang olahraga yang dimilikinya. Adapun untuk cabang sepak bola resmi diluncurkan pada 9 januari 1910.

Selama itu, Lazio telah mencetak sejarah dengan pencapaian prestasi yang telah diperolehnya beberapa kali pada beberapa kompetisi sepak bola. Setidaknya, Lazio telah menjadi juara Italia sebanyak dua kali, meraih Piala Italia sebanyak lima kali, dan meraih Piala Super Italia sebanyak tiga kali.

Selain itu, Lazio telah memenangkan satu tropi Piala Winners UEFA dan juga Piala Super EUFA, dimana hal ini pun semakin melambungkan nama klub Lazio di Italia. Karena prestasinya tersebut, beberapa bahkan menyebut klub Lazio sebagai “raksasa Italia” dan selalu percaya bahwa Lazio akan terus dapat menampilkan performa terbaiknya.

Peluang Lazio

Untuk kompetisi Liga Eropa pada musim ini pun, Lazio dipercaya akan dapat bersaing dengan tim-tim lainnya seperti pada musim-musim sebelumnya. Tentunya hal ini akan menjadi lebih mudah dicapai jika para pemain andalan yang ada di klub Lazio tidaklah mengalami cedera. Penampilan Lazio pun pada musim ini diperkirakan akan berada dalam kondisi yang sangat stabil.

Namun, bukan berarti bahwa Lazio tak pernah mengalami kekalahan dalam pertandingan sepak bola bergengsi. Hal ini dapat dilihat dari adanya kejatuhan beruntun yang akhir-akhir ini dihadapai oleh klub Lazio.

Sebelumnya, Lazio pernah mencatat perolehan enam kemenangan beruntun sebelum akhirnya mengalami kejatuhan pada saat melawan AS Roma beberapa pekan lalu. Lazio pun kini berada di posisi kelima dengan jumlah 28 poin dari sembilan kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Kekalahan itu pun sempat membuat Lazio pesimis terhadap peluang untuk merengkuh tropi Liga Eropa.

Lazio pun tampak menyesali ketidakmampuannya dalam mencetak gol, serta kelalaiannya dalam memanfaatkan peluang yang ada. Lazio dinilai telah menyia-nyiakan peluang yang adas ehingga hal ini pun membuatnya menjadi tersingkir diperempat final Liga Europe.

Lazio pun tampak terpuruk dengan kejatuhannya tersebut dimana hal tersebut dipandang sebagai suatu kekalahan yang luar biasa. Di samping itu, sangat disayangkan pula bahwa pemain Lazio sempat melakukan banyak pelanggaran dengan total sebanyak 18 pelanggaran disepanjang babak pertama disertai dengan tiga buah kartu kuning.

lazio sepak bola

Tak hanya berhenti sampai situ, seorang pemain Lazio pun sempat mendapatkan kartu merah. Adapun gol yang dihasilkan beberapa pemain Lazio pada babak kedua pun dinilai tetap tidak membuahkan hasil. Namun, bagaimana pun kondisinya, klub Lazio tetaplah dipercaya sebagai tim yang hebat dan selalu siap bertanding pada kompetisi apapun. Walaupun dipandang sempat kalah dalam penguasaan bola, namun Lazio dinilai telah menciptakan peluang yang lebih banyak.

Lazio juga dipercaya dapat selalu memberikan penampilan terbaiknya pada tiap ajang sepak bola. Selain itu, Lazio diperkirakan mampu memberikan penampilan yang makin baik pada setiap pertandingan sekaligus diperkirakan akan selalu bangkitdari kejatuhannya yang telah terjadi kemarin.

Itulah sekilas tentang peluang Lazio di liga Eropa tahun ini. Dengan gambaran di atas tampaknya klub ini masih pantas diandalkan. Sehingga tidak ada salahnya jika ingin bertaruh untuk Lazio sebagai salah satu pemenang liga Eropa.